Penyebab Selalu Gagalnya Timnas Inggris


Hingga saat tulisan ini dibuat, Inggris baru memenangi satu major trophy yaitu Piala Dunia 1966 saat dimana Sir Geoff Hurst menciptakan hatrick ke gawang Jerman Barat. Lalu manakah prestasi-prestasi yang lain ? bukankah seharusnya negeri yang "katanya" merupakan tempat lahirnya sepakbola dan negeri yang mempunyai salah satu liga terbaik dan kompetitif di dunia memiliki banyak prestasi internasional. berikut sebuah ulasan pendek yang berisi faktor-faktor penyebab sulitnya timnas Inggris untuk berprestasi.


Mental pemain yang kurang kuat

Fakta teranyar adalah timnas Inggris gagal melaju ke semi final EURO 2012 karena kalah adu penalti dengan Italia. Terakhir kali Inggris menang pada adu penalti adalah di EURO '96 saat mengalahkan Spanyol 4-2 di adu penalti, namun setelah itu mereka kerap kalah pada adu penalti. Mereka kalah dari Argentina di perdelapan final Piala Dunia 1998 lalu kalah adu penalti dua kali berturut-turut oleh Portugal, masing-masing di EURO 2004 dan di Piala Dunia dua tahun setelahnya.

Media Inggris yang terkenal "kejam"

Media di Inggris terkadang terlalu membesar-besarkan kekuatan timnas mereka hingga otomatis para pemain pun merasa terbebani dan pada akhirnya tidak mampu utuk memeuhi ekspektasi. Di Piala Eropa 2012 kemarin, malahan media disana terkesan membuat Inggris "overrated".

Kurangnya kiper berkualitas

Gordon Banks
Akhir- akhir ini mungkin fans The Three Lions agak tenang dengan kehadiran Joe Hart di bawah mistar gawang, namun ketika melihat kiper pelapis Hart yang bernama Jack Butland, mungkin hanya sedikit orang yang mengetahui asal-usul kiper tersebut. Kiper - kiper sebelum Hart bahkan lebih parah lagi, nama-nama seperti Robinson, David James, dan terakhir yaitu Robert Green yang blundernya di Piala Dunia 2010 tidak akan dilupakan oleh fans timnas Inggris. Jika kita bandingkan kiper yang dimiliki Inggris dengan Spanyol pada saat ini maka akan sangat jauh, Spanyol memiliki 3 kiper hebat : Casillas, Reina, Valdes, bahkan mungkin De Gea di beberapa tahun ke depan. Inggris pastinya sangat merindukan sosok Gordon Banks dan Peter Shilton di dalam gawang.

Dibatasinya jam untuk latihan

Di Inggris ternyata pemain muda sekitar umur 18-21 hanya bisa latihan di apangan maksimal 90 menit tiap minggunya dan pemain akademi di sana dibatasi hanya  bisa berlatih 3,760 jam  di lapangan sampai umur 21.
Akademi sepakbola Inggris juga   hanya bisa merekrut pemain umur 14-16 taun yang bertempat tinggal maksimal 90 menit dari training ground, dan maksimal 60 menit untuk U14.

Maka tidak aneh jika pada kejuaraan U-17, U-19, atau U-21 timnas Inggris junior pun sangat jarang berprestasi .

Jarang ditangani oleh pelatih lokal berkualitas

Memiliki pelatih berkualitas memang mutlak diperlukan dan percaya atau tidak pelatih berkualitas dari Negeri sendiri akan membuat lebih mudahnya komunikasi dan kebanggaan tersendiri bagi sebuah tim nasional, sekarang timnas Inggris tidak memiliki sosok seperti Sir Walter Winterbottom, Sir Alf Ramsey dan Sir Bobby Robson. Mungkin saat ini Harry Redknap yang paling mendekati, namun akhirnya FA malah menunjuk Roy Hodgson sebagai manager Inggris di EURO 2012 dengan beberapa pertimbangan.

Dominasi pemain asing di liga

van Persie, top skorer Liga  2011-2012
memiliki pemain-pemain asing di liga memang sebuah aspek penting untuk menaikan kualitas  dan kompetitifnya liga sehingga bakat-bakat lokal pun ikut terasah, namun apa jadinya jika malah pemain asing yang mendominasi Liga dibanding pemain lokal Inggris sendiri, contoh nyata adalah sulitnya pemain Inggris untuk menjadi top skor liga dalam sepuluh tahun terakhir. Pemain Inggris terakhir yang menjadi top skorer adalah Kevin Philips pada tahun 2000, mungkin pemain Inggris yang pealing mendekati gelar top skorer di dekade ini adalah Wayne Rooney dan Jermain Defoe.


mungkin cukup segini dulu ulasan dari saya, apabila anda ingin membaca perbandingannya dengan Timnas Spanyol yang sangat sukses akhir-akhir ini anda bisa membaca : Inilah Kenapa Timnas Spanyol Selalu Berprestasi


referensi : wikipedia, telegraph.co.uk .

Komentar

  1. sedikit mirip kondisi timnas indonesia

    BalasHapus
  2. Terlihat semangat merebut bola dari lawan tidak ada,tak terlihat kepemimpinan sang kapten, planning serangan tdk tampak, ausdauer pas2an,tdk.kompak hancurlah timnas Inggris

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trik Bermain Game Di Komputer Menggunakan Stick PS

Pengalaman Test Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG)